Thursday, September 29, 2016
sekarang ini lagi santer berita A4 Gatot dan M4rio Teguh, orang2 yg mempunyai image positif dimata publik dan ternyata ga postif2 amat. Berita itu mengingatkan saya bahwa copy an mereka ga sedikit,,banyak banget orang2 yang seperti mereka, hanya saja belum terkenal seperti mereka, hanya saja belum sampe ke rana hukum sehingga tidak di publish di media oleb wartawan.
memang menjijikan bila kita berhadapan langsung atau menjadi korban orang2 seperti mereka, begitu enek nya kita mengingat setiap kata2 yg bagus dari mulut mereka, tapi kepala bingung karena tak sama dengan apa yg kita liat dan kita rasa/cermati.
Yang sangat disayangkan mereka berprofesi guru dan motivator yg dimana langkahnya sering menjadi panutan bagi orang yg sedang labil atau butuh role model. Saya mengatakan "mereka" bukan tertuju pada A4 gatot dan MArio t3guh saja, tetapi para copy annya yg ada disekitar saya atau pribadi yg saya kenal baik atau yg kita sayang. Sungguh sangat disayangkan, dan terus bertanya-tanya,,kenapa??? kenapa harus menambah refrensi orang tidak baik di lingkungan saya,,kenapa harus dikenalkan bila di kecewakan pada akhirnya,,kenapa sebaik apapun kita bersikap, tetap diperlakukan seperti tidak berharga.
Tapi disini saya sadar si, memang kita tidak boleh bersandar pada manusia, terkadang yg kita liat seorang istri pun tidak boleh bersandar 100% dengan suaminya, karena mungkin justru sang suami yg mau "runtuh" dimana justru mengecewakan, seseorang yg seharusnya menjadi panutan dan tempat berlindung hanya sebuah himbauan, harapan, tetapi aslinya justru malah mendorong kita ke jurang kekesalan.
Setiap manusia khususnya wanita harus menjadi pribadi yg independen/mandiri, harus bekerja, sehingga bila mungkin seseorang yang kita anggap imam akan pergi meninggalan kita baik itu karena meninggal atau kabur. sebenarnya yang bagus itu budaya pernikahan di arab, yang saya baca, wanita arab bisa dinikahi apalabila si pria sudah mempunyai rumah, mobil, sopir dan pembantu, bahkan menyajikan makanan adalah tugas suami, sehingga tugas istri di arab hanya "melayani" suami diluar itu tidak. Dan wanita arab welcome bila sang suami poligami..it is fair si, dibanding budaya indonesia, dimana sang istri harus bekerja membantu perekonomian keluarga karena gaji suami ga cukup atau terlalu nge pas banget, dan menerima kenyataan si suami menikah atau menyimpan wanita lain,,ckkckckkckckc it is not fair.
saya pribadi tidak suka yang namanya mengandalkan KARMA, karena terlalu lama. Saya belajar untuk bisa men telaah pribadi lawan jenis lebih dalam lagi, kita tidak bisa men judge seseorang bahagia dari foto mereka di sosial media. Dan capek juga jadi orang FAKE.
Yang bisa saya lakukan menjadi pribadi yang benar, dan menyudahi hubungan dengan orang yang salah, dan tak pelu berlama-lama mengkaji pribadi mereka lebih dalam lagi. Manusia banyak, tangan Tuhan terlalu besar untuk menempatkan orang masuk kelingkungan kita. Jangan mudah percaya dengan orang lain even itu orang yang kita sayang, paksakan mereka membuktikan kebenarannya.
YOU CANT KEEP DANCING WITH DEVIL AND WONDER WHY YOU ARE STILL IN HELL
Subscribe to:
Comments (Atom)
